KEPENTINGAN UMUM

Berfikir kedepan untuk kejayaan anak cucu kita

Go Green, Mulailah Dari Diri Sendiri

Global warming merupakan istilah yang seringkali kita dengar. Berbagai penelitian sudah dilakukan dan hasilnya mengarah pada ketidakpedulian manusia terhadap alam. Manusia cenderung hidup hanya untuk periode dirinya sendiri tetapi cenderung lupa apakah anak cucu akan hidup menderita atau bahagia. Dari pada mengharapkan kesadaran orang lain untuk bersahabat dengan alam, mulailah dengan kerja nyata dari diri sendiri dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :

- Tanamlah pohon di halaman rumah anda

- Sisakan halaman dalam membangun rumah

- Buatlah jendela yang besar sehingga cahaya mudah masuk ke dalam rumah pada siang hari

- Daur ulang sampah organik menjadi kompos

11 Oktober 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Apa ada yang lebih baik dari Busway

Setiap sore saya pulang dari kantor di daerah Thamrin menuju selatan Jakarta. Membelah kemacetan yang tak terkira, yang tak pernah terurai selama bertahun-tahun sejak saya masih kecil hingga dewasa. Siapa yang salah atas masalah transportasi ini? Dulu yang disalahkan adalah masyarakat yang dinilai tidak tertib berlalu lintas. Sekarang apa dan siapa lagi yang akan disalahkan?
Sebagai perbandingan, Jakarta, London, New York, Tokyo dan kota-kota besar lainnya tidak jauh berbeda dari sudut jumlah penduduknya. Tapi yang macet hanya di sini……
Siapa sih sebenarnya yang berwenang mengurai masalah lalu lintas ini? Mengapa tidak ada perkembangan yang berarti dari tahun ke tahun…. Mengapa tidak pernah ada solusi…. Semuanya hanya jalan ditempat. Masya Allah….. Mudah-mudahan Allah membukakan hati pejabat berwenang yang terkait masalah transportasi ini. Sudah bosan rasanya masyarakat disuguhi lalu lintas yang penuh kemacetan, tidak disiplin, saling serobot…… Malu juga menjadi bagian dari bangsa ini, ya.

18 September 2009 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan komentar

Antri Bukan Budaya Kita

Pernah baca pesan “Antri adalah budaya bangsa kita?”. Apakah tidak pernah terpikir oleh pencetus pesan tersebut bahwa antri bukanlah budaya bangsa kita. Buktinya bahwa antri bukan budaya kita sudah banyak dan dapat kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Lihat saja apa yang terjadi ketika orang berebut mengambil jatah Bantuan Langsung Tunai (BLT), naik busway dan hal-hal lainnya. Amburadul, berantakan seperti takut tidak dapat bagian.
Antri adalah budaya masyarakat modern yang mengedepankan kebersamaan, keikhlasan dan keselamatan. Kebersamaan karena dengan antri maka hubungan sosial menjadi lebih nyaman dan saling menghargai hak dan kewajiban. Keikhlasan karena kita menerima apapun yang terjadi pada saat giliran kita tiba. Keselamatan berarti kita menyadari bahwa dengan ketertiban maka keselamatan bersama lebih penting daripada mengedapankan ego masing-masing.
Kebiasaan antri perlu dipupuk sejak seseorang duduk dibangku TK hingga dewasa. Peranan orang yang lebih dewasa baik guru, orang tua, pejabat dan lainnya sangat penting dalam memberikan contoh kebiasaan antri. Hal ini perlu diperhatikan karena bagaimana seseorang dapat membudayakan antri apabila orang yang seharusnya jadi panutan tidak mampu memberikan tauladan yang baik. Jadi membudayakan antri merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus kita tularkan kepada orang lain dengan memberikan contoh yang sebaik-baiknya dengan berpegangan pada ketiga prinsip di atas yaitu kebersamaan, keikhlasan dan keselamatan. Mulailah dari diri sendiri, anak, istri/suami dan anggota keluarga yang lain. Mulailah antri untuk masa depan anak cucu kita ke depan.

17 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan komentar

Blok M Terminal Semrawut

Lain dulu lain sekarang, begitulah ungkapan yang sering kita dengar mengenai suatu perubahan. Andaikan perubahan yang dimaksud menjadi lebih baik maka kita patut bersyukur, tetapi apabila perubahan tersebut malah menjadi lebih buruk maka pastilah kita akan sesali.
Itulah yang terjadi dengan termial bus Blok M di Jakarta Selatan. Seingat saya waktu pertama kali diresmikan pada awal tahun 1980-an, terminal Blok M lebih teratur dibandingkan sekarang. Penumpang turun dan masuk dibedakan, yaitu turun di pintu sebelah barat dan turun di pintu sebelah timur. Pasar kaget pun tidak pernah diizinkan untuk membuka lapaknya baik di peron bawah maupun di pintu masuk bus.
Sekarang manajemennya sudah amburadul, ketika kita turun dari bus dan masuk ke peron maka akan disajikan dengan pasar kaget yang semrawut. Tangga naik/turun penumpang pun sudah tidak jelas lagi, semua bebas seperti tidak ada aturan. Yang lebih parah lagi, pagar-pagar besi kokoh yang membatasi jalur bus pun sudah dipotong untuk dibuatkan pintu mobilitas penumpang. Artinya, memang secara disengaja penumpang didorong untuk naik/turun sesuka hatinya.
Ada baiknya pengelola Blok M terminal sekarang membuka kembali blue print pembangunan Blok M terminal. Disitu mungkin masih tersimpan skenario mana pintu khusus penumpang turun dan mana pintu khusus penumpang naik. Juga apakah ada planning untuk menempatkan pasar kaget di peron terminal.
Rasanya malu juga melihat manajemen terminal Blok M yang tidak profesional dan terkesan mengejar untung belaka dari pendapatan sewa pedagang kagetan.

4 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pemda DKI Gagal Membenahi Masalah Transportasi Umum

Seringkali kita mendengar ucapan kalau tidak macet bukan Jakarta. Apa maksud dari ucapan ini, apakah sekedar ekspresi keputusasaan terhadap pemda DKI atau ini bentuk ajakan kepada lawan bicara untuk memahami pemda DKI?
Sebagai magnet ekonomi yang cukup besar, pertumbuhan penduduk DKI Jakarta sangat cepat baik penduduk yang terlahir di Jakarta ataupun pendatang baru yang mencari sumber ekonomi di Jakarta. Pertambahan penduduk yang cepat tetapi tidak ditanggapi dengan kinerja Pemda DKI dalam membenahi transportasi di Jakarta mengakibatkan masalah yang besar di sektor transportasi. Tak jarang banyak yang berpendapat bahwa ukuran keberhasilan Gubernur DKI Jakarta pada saat ini hanya dua yaitu dapat mengatasi masalah kemacetan dan masalah banjir tahunan.

2 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

2 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.