KEPENTINGAN UMUM

Berfikir kedepan untuk kejayaan anak cucu kita

Antri Bukan Budaya Kita

Pernah baca pesan “Antri adalah budaya bangsa kita?”. Apakah tidak pernah terpikir oleh pencetus pesan tersebut bahwa antri bukanlah budaya bangsa kita. Buktinya bahwa antri bukan budaya kita sudah banyak dan dapat kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Lihat saja apa yang terjadi ketika orang berebut mengambil jatah Bantuan Langsung Tunai (BLT), naik busway dan hal-hal lainnya. Amburadul, berantakan seperti takut tidak dapat bagian.
Antri adalah budaya masyarakat modern yang mengedepankan kebersamaan, keikhlasan dan keselamatan. Kebersamaan karena dengan antri maka hubungan sosial menjadi lebih nyaman dan saling menghargai hak dan kewajiban. Keikhlasan karena kita menerima apapun yang terjadi pada saat giliran kita tiba. Keselamatan berarti kita menyadari bahwa dengan ketertiban maka keselamatan bersama lebih penting daripada mengedapankan ego masing-masing.
Kebiasaan antri perlu dipupuk sejak seseorang duduk dibangku TK hingga dewasa. Peranan orang yang lebih dewasa baik guru, orang tua, pejabat dan lainnya sangat penting dalam memberikan contoh kebiasaan antri. Hal ini perlu diperhatikan karena bagaimana seseorang dapat membudayakan antri apabila orang yang seharusnya jadi panutan tidak mampu memberikan tauladan yang baik. Jadi membudayakan antri merupakan tanggung jawab kita bersama yang harus kita tularkan kepada orang lain dengan memberikan contoh yang sebaik-baiknya dengan berpegangan pada ketiga prinsip di atas yaitu kebersamaan, keikhlasan dan keselamatan. Mulailah dari diri sendiri, anak, istri/suami dan anggota keluarga yang lain. Mulailah antri untuk masa depan anak cucu kita ke depan.

17 Mei 2009 - Posted by | Uncategorized |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: